Mengenang Tangisan Puan, Rieke dan Aksi Walk Out PDIP Soal Kenaikan BBM


Dakwah Media -  Resmi mulai Tanggal 5 Kemarin Pemerintah menaikkan harga BBM lagi (Akhir tahun kemarin juga sudah naik). Yang membuat penderitaan rakyat semakin pedih adaah kenaikan ini dibarengi kenaikan yang lain, dari pajak,stnk sampai Listrik. Pemerintah yang notabene dari PDIP telah lupa (Atau Citra?) peristiwa heroik saat mereka menjadi oposan SBY. jika rakyat Indonesia lupa,mari kita ingat lagi.....

Rieke tolak BBM

Puan Maharani menangis ketika menolak bbm

Dulu PDIP adalah partai yang paling keras dan getol menolak kenaikan harga BBM. Bahkan dalam salah satu sidang pembahasan BBM di DPR pada tahun 2012 silam, fraksi PDIP dan Hanura melakukan aksi Walk Out diiringi derai tangis Rieke Dyah dan Ribka Tjiptaning dan isak Puan Maharani.



Anggota DPR RI Fraksi PDIP dan Fraksi Partai Hanura meninggalkan ruang rapat paripurna yang membahas kebijakan kenaikan harga BBM di Jakarta, Sabtu (31/3) dini hari. ANTARA/Yudhi Mahatma

Anggota DPR RI Fraksi PDIP dan Fraksi Partai Hanura meninggalkan ruang rapat paripurna yang membahas kebijakan kenaikan harga BBM di Jakarta, Sabtu (31/3) dini hari. ANTARA/Yudhi Mahatma


Peristiwa Tangisan 31 Maret 2012

Sikap tegar ditunjukkan Ketua Fraksi PDI Perjuangan Puan Maharani. Nada suaranya tampak bergetar seperti menahan tangis ketika memberikan penjelasan kepada media. Putri Megawati Soekarnoputri ini kecewa dengan cara Ketua DPR Marzuki Alie memimpin sidang. “Kenapa kami meninggalkan paripurna karena kami melihat ada dua pelanggaran oleh pimpinan sidang, yaitu Ketua DPR Marzuki Alie,” kata dia kepada wartawan.

Dalam sidang, PDI Perjuangan mempermasalahkan soal perpanjangan waktu sidang hingga lewat pukul 24.00. Padahal, menurut tata tertib DPR, pembahasan harus selesai 30 hari sejak pemerintah menyerahkan RAPBN Perubahan 2012.

“Pemerintah menyerahkan pada tanggal 29 Februari 2012, artinya, hari ini, 30 Maret 2012, adalah hari terakhir pembahasan APBN-P 2012,” ujar anggota Fraksi PDI Perjuangan, Bambang Wuriyanto, dalam sidang. “Sekarang sudah lewat pukul 24.00, sehingga APBN Perubahan tidak bisa disahkan. Perpanjangan waktu sidang adalah pelanggaran terhadap tata tertib.”

Anggota Fraksi PDI Perjuangan, Aria Bima, juga mempermasalahkan soal penambahan pasal 7 ayat 6a. Menurut dia, pasal ini sama saja dengan menyerahkan harga BBM bersubsidi ke mekanisme pasar. “Itu artinya sudah melanggar konstitusi sebagaimana yang telah diputuskan oleh Mahkamah Konstitusi,” ujar Aria. inilah peristiwa 5 tahun lalu

Dan peristiwa itu benar benar sudah dilupakan sama sekali oleh para kader PDIP,.. Lupa atau memang dulu bermain drama? Wallahua'lam...Allahlah yang maha tahu

 (dakwahmedia)

0 Response to "Mengenang Tangisan Puan, Rieke dan Aksi Walk Out PDIP Soal Kenaikan BBM"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Plis Like Fanpage Kami ya
close