Kader HMI Ini Angkat Bicara Terkait Pembubaran HTI



Dakwah Media - Ada sebagian orang yang mendukung pembubaran HTI. Namun, banyak pula yang mengecam cara pemerintah tersebut.

Andi Habibi, selaku aktivis pergerakan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI),  menilai cara yang dilakukan pemerintah tersebut terkesan bermuatan politis dan banyak kejanggalan.

"Terdapat beberapa hal yang sangat janggal dan patut dicurigai oleh kita kalangan aktivis. Bagi orang yang awam dan tidak pernah menyelami dunia pergerakan maka cara pemerintah tersebut mungkin sudah benar. Namun, bagi orang-orang yang berkecimpung di dunia pergerakan, maka akan peka dengan sikap pemerintah yang terasa janggal tersebut," kata Habibie.

Pertama, Habibie mempertanyakan kepada pemerintah, mengapa HTI baru sekarang dibubarkan? Kalau memang HTI itu dituduh anti Pancasila. Bukankah HTI sudah berkecimpung di dunia pergerakan Islam selama kurang lebih 25 tahun di Indonesia?

Dan, lanjutnya, selama itu HTI tidak pernah sama sekali terlibat dalam kekerasan. Atau, dapat dikatakan selama 25 tahun itu tidak pernah HTI mengalami masalah dengan masyarakat Indonesia.  Bahkan, HTI semakin hari semakin banyak kadernya.

"Indikasinya, menurut saya, setelah kasus penistaan agama, baru HTI dipermasalahkan. Karena dianggap sangat berperan besar dalam mendorong diprosesnya kasus penistaan agama," tuturnya pada Klikberita.co.id di Jakarta, Senin (08/05/2017).

Mahasiswa yang merupakan mantan Ketua Lembaga Dakwah (LDK) Universitas Borobudur ini kembali mengurai pertanyaan.

"Kalau memang HTI itu anti Bhineka Tunggal Ika, bukankah selama ada di Indonesia ormas tersebut mampu bersinergi dengan kelompok lain dalam Dakwahnya? Bahkan, setahu saya, HTI itu, dari kalangan Islam mana pun bisa masuk di dalamnya. Artinya, ini menandakan HTI menjunjung tinggi perbedaan. HTI saya kira hanya berdakwah saja. Sama halnya dengan ormas lain seperti FPI, WAHDAH Islamiyah, NU, Muhammadiyah, Persis, dan ormas lainnya. Mereka semuanya berdakwah, hanya mungkin, metode mereka sedikit berbeda, tapi mempunyai tujuan yang sama. Dan, kalau hanya persoalan syariah dan khilafah, saya rasa syariah dan khilafah itu memang kewajiban yang harus diperjuangkan bagi umat Islam. Dan, itu memang bagian dari ajaran Islam yang tidak bisa dipisahkan dari Islam. Hanya orang Islam munafik yang tidak setuju dengan konsep khilafah. Karena khilafah dan syariah itu memang sistem yang diajarkan Nabi Muhammad Saw," tandasnya.

Mahasiswa Fakultas Hukum ini menganggap bahwa alasan Pemerintah membubarkan HTI sama sekali tidak rasional.

"Jadi, menurut pandangan saya, tidak ada alasan yang rasional dan cerdas mengapa HTI dibubarkan. Saya mengindikasikan bahwa pembubaran HTI tersebut merupakan bagian dari sikap pengecut pemerintah yang kalah dalam bersaing meraih suara rakyat.  Karena pada hari ini, bisa kita lihat rakyat semakin tidak percaya pada pemerintah dan lebih banyak mengikuti arahan dari pimpinan poin kinan ormas maupun ulama," tutupnya. [kbc]

0 Response to "Kader HMI Ini Angkat Bicara Terkait Pembubaran HTI"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Plis Like Fanpage Kami ya
close