BNPT Masuk Kampus, GEMA Pembebasan : "Pemerintah Latah" Stop Bungkam Suara Mahasiswa



Dakwah Media - Paham radikal dinilai tidak boleh masuk dan beredar bebas di universitas. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terus mencegah berkembangnya paham radikalisme dan terorisme. "BNPT sudah beberapa kali main dan masuk ke kampus-kampus dalam rangka pencegahan berkembangnya paham radikalisme dan terorisme," kata Deputi Penindakan dan Pembinaan Kemampuan BNPT, Irjen Arief Dharmawan, Ahad (4/6).

Menurutnya, sampai saat ini belum ada permintaan resmi masuknya BNPT ke kampus-kampus. Namun demikian BNPT telah melakukan upaya deradikalisasi di kampus setidaknya sejak 2014, kendati upaya masuk kampus dirasa belum maksimal. Menyambut hal itu, Forum Rektor Indonesia (FRI) yang mengusulkan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) masuk ke lingkungan kampus lebih jauh. Tentu saja hal ini mendapat respons beragam. Termasuk dari Ketua Gema Pembebasan Pusat Ricky Fattamazaya M.

Ia menilai usulan ini agar Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) masuk kampus adalah bentuk kelatahan. "ini menunjukkan Pemerintah latah!

Menurutnya mahasiswa adalah jenjang yang dianggap paling netral posisinya. Sikap kritis dan idealis pun relatif tetap ada dikampus. Walau disadarinya selama ini sudah ada intervensi.

"Intervensi itu tetap ada, Belakangan ini ada pemaksaan opini diarahkan kepada kampus, mahasiswa dan terlebih aktivis kampus seolah-olah kampus dikatakan sebagai sarangnya Radikalisme" Ujar Rizky pada redaksi Senin 5/6 melalui pesan singgat.

Kampus dicitrakan buruk sebagai sarangnya Radikalisme oleh penguasa hari ini melalui tangannya BNPT. Dengan alasan itu BNPT seenaknya saja masuk memaksakan agar mahasiswa se paham dengan definisi "Radikal" yang mereka buat.

"Saya melihat ini adalah upaya rezim untuk membungkam suara kritis mahasiswa yang sudah muak dengan sistem dan rezim hari ini, yang mana mayoritas mahasiswa menginginkan negeri ini diatur dengan sistem islam. Kita bisa melihat dari Pew Reseach Center yang melakukan Survei;" paparnya


 Dia mengungkapkan hasil Survei (2008-2012) 72% Muslim Indonesia Menginginkan Hukum Syariah, sebagian besar keinginan itu datang dari kalangan Pemuda dan mahasiswa. Keinginan negara diatur dengan Islam adalah hal yang wajar sebab negeri ini adalah mayoritas penduduk nya beragama islam dan solusi dari semua problematika yang terjadi hari ini hanyalah islam.

Jadi ketika Rezim melihat ini sebagai ancaman sehingga melakukan intervensi ke dalam kampus melalui BNPT menurutnya ini adalah tindakan latah.


Terakhir dia berharap agar pemerintah menyetop segala hal yang di niatkan untuk bungkam Suara Mahasiswa. #StopbungkamSuaramahasiswa. [jc]

0 Response to "BNPT Masuk Kampus, GEMA Pembebasan : "Pemerintah Latah" Stop Bungkam Suara Mahasiswa"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Plis Like Fanpage Kami ya
close