Fadli: Tudingan ke Amien Rais Cara Amputasi Tokoh yang Kritis Kepada Pemerintah



Dakwah Media - Wakil ketua DPR RI Fadli Zon, menilai tudingan bahwa Mantan Ketua MPR Amien Rais menerima dana Rp600 juta dari tersangka korupsi Alkes, Siti Fadilah Supari, adalah cara mengamputasi tokoh-tokoh yang kritis kepada pemerintah.

"Bahwa itu bagian dari politisasi terutama ditargetkan ke mereka yang kritis ke pemerintah," kata Fadli di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (05/06/2017).

Tudingan yang ditujukan kepada Amien Rais, tambahnya, menunjukkan bahwa hukum  berpihak ke kekuasaan dan hukum menjadi alat kekuasaan.

"Itu yang dirasakan masyarakat saat ini kalau perlu bikin polling saja bagaimana perasaan masyarakat terhadap penegakan hukum terhadap Jaksa polisi aparat penegakan hukum yang lain," kata Fadli.

Di sisi lain, kata Fadli, KPK tidak bebas dari kepentingan politik dan itu tampak bias kepentingan oleh orang-orang tertentu dalam pemerintahan. Hal ini antara lain yang memunculkan tindakan persekusi oleh masyarakat.

"Hukum tidak sesuai aturan lagi. Akhirnya masyarakat mencari model hukum sendiri untuk menegakkan hukum mencari keadilan sendiri itu sudah bisa diramalkan dalam banyak peristiwa dan sebagainya ini seperti hukum sebab-akibat," sebut Fadli.

Sementara itu, sebelumnya, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menegaskan dukungannya kepada Amien Rais. Lewat akun Twitternya, pada Jumat (02/06/2017), Fahri menyebut siapa yang menyerang Amien berarti menyerang dirinya.

"Yang menyerang pak Amien Rais sama dengan menyerang saya... #AkuAmienRais," katanya.

Fahri dalam rentetan cuitannya menyebut sederet jasa Amien Rais kepada Indonesia, sejak era Soeharto hingga sekarang.

"Waktu semua tiarap tidak berani bersikap, kami angkatan 90-an melihatnya berdiri tegak dan bersuara lantang... #AkuAmienRais," cuitnya.

Pada Rabu (31/5), Jaksa Penuntut Umum di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi menyebut Amien menerima aliran dana dari mantan Menkes, Siti Fadilah Supari, sebesar Rp 600 juta pada tahun 2007 terkait pengadaan alat kesehatan (Alkes).

Tudingan yang menjadi viral di media sosial tersebut dibantah oleh Amien. Menurutnya, aliran dana Rp 600 Juta itu berasal dari Yayasan Soetrisno Bachir yang ditransfer ke rekeningnya sekitar tanggal 15 Januari sampai 13 Agustus 2007.

"Saya langsung follow-up dengan menanyakan pada sekretaris saya tentang kebenarannya, berdasarkan rekening bank yang saya miliki," ujar Amien saat juma pers di kawasan Gandaria, Jakarta Selatan, Jumat (02/05).

Amin juga menegaskan bahwa pada waktu itu, Sutrisno Bachir mengatakan akan memberikan bantuan keuangan untuk tugas operasionalnya supaya tidak membebani pihak lain. [ni]

0 Response to "Fadli: Tudingan ke Amien Rais Cara Amputasi Tokoh yang Kritis Kepada Pemerintah"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Plis Like Fanpage Kami ya
close