HTI vs PDIP



Dakwah Media - Di pilpres tahun 2014 yang lalu, presiden republik indonesia periode tahun 2014 - 2019 di menangkan oleh presiden jokowidodo, dimana hasil polling pemilu begitu jauh di banding suara yg di peroleh prabowo.

Seribu janji di keluarkan oleh presiden jokowi saat sebelum pemilihan pilpres, seribu pencitraan juga dilakukan pulah oleh nya.

Namun,apa hasil, bukanlah seribu janji jokowi yang di rasakan. Tetapi, seribu kebijakan dari para kader partai politik PDIP telah di laksanakan oleh presiden jokowi. Semua telah tersusun dan terarah, di arahkan begitu manis,begitu terencana. Kiblat barat kini mejadi ke arah utara timur.

Setelah suksesnya terpilih menjadi presiden. Prediksi demi prediksi di lakukan oleh berbagai elemen. Termasuk prediksi yang di lakukan oleh ormas HTI. Dari berbagai pengamatan, Prediksi yang di lakukan oleh HTI ini merupakan satu-satunya prediksi yang tepat menurut sy.

Dari awal, di dalam medianya HTI telah memprediksi bagaimana hadits tentang terpilihnya seorang pemimpin yang bodoh akan mengakibatkan malapetaka yang begitu besar. kemudian lebih drpd itu, waktu terus berjalan, 1 tahun dari kepemimpinan jokowi, HTI menyerukan indonesia terancam neoimperealisme dan neolibelarisme. Hal ini telah membuktikan, semua berjalan atas kehendak parta yang mengarahkannya yaitu PDIP.

Dengan adanya proyek reklamasi dan proyek kereta cepat yang di paksakan, hal ini sangat membuktikan bahwa pemerintahan ini telah menjadi sebuah boneka, yang harus menuruti dalangnya.
Sangat semakin jelas terlihat ketika pemerintah berbagai cara agar Ahok menjadi gubernur yg telah menghabiskan dana tg tidak sedikit. Jelas sekali semuanya Ada yang memainkan kekuasaan rezim jokowi.

Sebenarnya, di dalam periode kepemimpinan jokowi jk, sangat bnyak permasalahan kpd umat islam. Di awal penghapusan kolom agama di ktp, hingga penghinaan ayat suci alquran di tambah pembubaran ormas islam melalui perppu. Hanya islam yang di bidik.

Oh ternyata, sangat pantas dg apa yg mereka lakukan kpd islam, sehubungan dengan fakta yang menyebar d tengah2 masyarakt, yaitu terkait kebangkitan partai komuni/pki, maka sangat pastilah, adalah islam yang akan terus di bidik oleh mereka. Karena sejarah pun mencatat, islam dan komunis adalah musuh yang tidak mungkin brsahabat.

Kemudian HTI, yang jelas dari awal pemerintahan jokowi berlangsung, HTI menganggap tak ada satu pun kebijakan pemerintah yg mensejahterakan rakyat, dari sektor jaminan kesehatan hingga keranah hukum, semua tidak berdasarkan atas keinginan rakyat, tetapi justru semua atas keinginan seorang dalangnya dan berdasarkan tuannya yaitu cina.

Pertarungan politik terus berlangsung, situasi semakin seru ketika Ahok sang penista agama muncul. Kedua kubu mulai memainkan perannya sebagai dalang. Mereka memainkan bonekanya, dimana para kader PDIP dan cina yang akan memainkan dari kubu pemerintahan, Terus ngotot melindungi dan menyukseskan Ahok sebgai gubernur, dengan dana yang tak terbatas. Sementra HTI, yang terus menerus menyerukan kpd masyarkt haramkan pemimpin kafir. Memainkan peran sbg dalang ketika video Ahok menistakn agama menyebar dan tercium oleh seluruh umat islam.

Saat saat pertarungan sedang berlangsung, aksi 411, aksi 212.dst, HTI Seolah-olah yang memainkan dalangnya. Bgmna tidak, massa HTI yang begitu banyak, bendera HTI yang terbentang luas di lautan manusia, tetapi HTI tidak mencntumkan diri terlibat dri aksi besar itu.

Hingga pada akhirnya, kemenangan di rasakan oleh umat islam, kekalahan kelak bagi pemerintah ketika Ahok resmi di masukan ke penjara mskipun hanya 2 tahun, tetapi kekalahannya tdk bisa di terima oleh para pengikutnya, serta dukungan masyrkat pun hilang total.

Peran pemerintah hilang, dan kembali muncul lagi ktka seorang dalang mnyelesaikan naskahnya. mreka membidik para penggerak aksi, yakni para ulama yg mereka anggap sbg makar.

Di tengah2 situasi sprti itu, HTI meberanikan diri mengopinikan bendera tauhid kpd masyarakt. Sekaligus opini khilafah yg mereka terikan, di smbut pro dan kontra. Masyarkt
mulai panas, pembicaraan khilafah menyebar dimana-mana, dan bendera alliwa arroya di terima di masyarakat. Kita bsa lihat di google image, bgmna bndera tahuid terbentang di gunung, di laut, di hutan, bnyak di kibarkan di mana2.

Di dalam Naskah disebutkan bahwa, aksi 411,212,dst di dalangi oleh klompok radikal. Akhirnya pemerintah membidik HTI, prtarungan politik kmbali trjadi lgi, pemerintah langsung menembak HTI , membubarkannya dg cara diktator, karena tanpa cara itu, pemerintah kewelahan menghadapi HTI, tanpa diktator dan refresif,pemerintah tdak akan bisa menang melawan HTI. Akhrirnya HTI resmi bubar lewat perppu yg di keluarkan pemerintah.

Topeng kekalahan telah di rasakan ormas HTI. Namun, bagaimana mungkin sebuah kekalahan mendapatkan dukungan yang kuat dari seluruh elemen dan kalangan.
ya, perlu di tegaskan, itu hanyalah sebuah topeng, artinya itu merupakan sebuah kekalahan yang palsu. Karena, harapan untuk bisa bangkit mempunyai peluang yang begitu besar bagi ormas HTI, dan mereka masih bisa hidup kembali.

Istilah pembubaran tidak sesuai dengan realita. Fakta di lapangan, di tengah-tengah masyarakat, apa yang di larang oleh pemerintah semuanya masih hidup, di mulai pelarangan mengucapkan kata khilafah, pengibaran bendera HTI, dan keanggotaan. Semua tidak sejalan dg normal.

Pada aksi 287, dimana perpuu no 2thun 2017 telah di sahkan, sungguh ironi sekali, di aksi 287 bendera yg di larang oleh pemerintah mendominasi aksi, bhkan melebihi bndera merahputih.
Semua dapat di simpulkan, pertarungan politik yg sbnarnya di menangkan oleh ormas HTI, sehubung dg dukungan yg bgtu kuat, dan opini yg tlah menyebar, di bubark tw tidak di bubarkan, HTI akan tetap hidup, ini sesuai dg apa yg terjadi oleh HTI yg ada di negara lain.

Oleh : Sandi.h.s (Pengamat politik)

0 Response to "HTI vs PDIP"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Plis Like Fanpage Kami ya
close