Setelah Dukung Pembubaran HTI dan Penista Quran, PPP Melas-melas Minta Dukungan HTI



Dakwah Media - Pasca pembubaran HTI oleh pemerintah pada tanggal 19 Juli 2017 yang lalu, mantan aktivis HTI menjadi rebutan partai-partai politik. Memang sulit untuk dipungkiri mengingat HTI merupakan gerakan besar yang memiliki massa sangat solid dan jumlah yang sangat besar serta tersebar diseluruh penjuru Indonesia. Tidak hanya itu kader-kader HTI juga dikenal oleh masyarakat baik kawan maupun lawan politiknya sebagai orang-orang yang memiliki militansi tinggi.

Gelora Bung Karno saja beberapa kali mereka penuhi dengan massa yang berdatangan dari berbagai daerah dan dengan ongkos pribadi serta harga tiket masuk GBK yang juga tidak murah. Jadi jangankan dibayar membayarpun mereka rela demi perjuangan.

Melihat kekuatan yang sangat luar biasa dimiliki oleh HTI inilah, partai politik meliriknya sebagai sebuah potensi untuk mendulang keuntungan demi kepentingan partai di pemilu-pemilu yang akan datang.

Salah satu partai yang tergiur adalah partai yang terkenal sebagai salah satu pendukung penista Agama, penista Al Quran yaitu PPP, dimana pada pemilu yang lalu baik kubu Romy apalagi kubu Djan Faridz sama-sama pendukung setia Ahok.

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di bawah kepemimpinan Romahurmuzy atau Romi, memastikan dukungan terhadap pasangan Tjahaja Purnama atau Ahok - Djarot Saiful Hidayat (Ahok - Djarot) pada Pilkada DKI 2017 putaran kedua.

"Kita sudah memastikan. Kita ke pasangan calon nomor dua," kata Ketua DPW PPP DKI Abdul Aziz kepada Liputan6.com, Kamis (30/3/2017).

"Hari ini secara khusus dari PPP menyatakan kembali akan tetap bersama-sama dengan Ahok-Djarot akan mendukung beliau sampai menjadi gubernur," kata Ketua Umum PPP Djan Faridz di kantor DPP PPP di Jl Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (20/2/2017).

Namun angan-angan PPP tersebut ditolak oleh HTI secara mentah-mentah,

"Ya nggak lah. Kalau soal itu bisa saya pastikan tidak," kata Juru Bicara HTI, Ismail Yusanto kepada Republika.co.id, Selasa (25/7) malam.

Menurut dia, langkah PPP yang mendukung pelaku penodaan ayat Alquran Basuki Tjahaja Purnama tak sejalan dengan pihaknya. Begitu juga dengan PPP yang mendukung Perppu No. 2/2017 yang berimbas pada pembubaran Ormas tempat Ismail dan kawan-kawan bernaung.

"Wong PPP itu pendukung penista Alquran. Dia juga dukung Perppu, dukung pembubaran HTI. Dari mana mereka berharap dapat dukungan dari anggota HTI?" jelas Ismail.

Ismail mengatakan, sikap PPP yang mendukung pembubaran HTI sama saja dengan mendukung kematian HTI. Namun, setelah HTI mati, mereka ingin minta dukungan kepada yang sudah mati. Ismail merasa aneh dengan hal itu. "Tapi setelah mati minta dukungan itu kan aneh. Itu hil yang mustahal," ujar dia. [ja]

0 Response to "Setelah Dukung Pembubaran HTI dan Penista Quran, PPP Melas-melas Minta Dukungan HTI"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Plis Like Fanpage Kami ya
close