Alhamdulillah, Saat Ini Khilafah Sudah Jadi Obrolan Para Doktor dan Profesor



Dakwah Media - Saat ini tak bisa dipungkiri Khilafah memang sudah menjadi obrolan umum atau istilah kerennya Opini Umum, jikalau dulu mungkin sebagaian akan berfikir bahwa Khilafah hanya obrolan anak-anak muda kampus yang baru kenal masjid, atau boleh dibilang anak kemaren sore yang baru dapat mainan baru. HTI sebagai sebuah gerakan yang istiqomah menyerukan Khilafah ternyata juga dianggap sebagai ancaman serius saat ini, padahal dari dulu HTI selalu dijuluki OMDO, alias omong doang, eh... ternyata ngomongpun bisa bikin Presiden harus turun tangan bahkan tak membiarkan sedikitpun celah untuk membela diri. 

Benar ternyata jika peluru hanya mampu menembus 1 kepala, tapi kata-kata mampu menembus jutaan kepala.

Saat ini Khilafah tidak lagi menjadi obrolan anak muda saja, namun sudah viral jadi obrolan para tokoh, termasuk kedua tokoh berikut:

Seorang Dr. dan seorang Prof (keduanya bukan berasal dari kalangan HTI), saling membalas kupasan tentang HTI dan Khilafah. Monggo disimak :

Dr. Moeflich Hart:

HTI DAN KHILAFAH

  • HTI itu ormas.
  • Khilafah itu ide, gagasan, konsep insititusi politik Islam, tugas manusia untuk memakmurkan bumi dan kehidupan, ada dalam Al-Qur'an.
  • HTI itu ormas dalam aturan hukum Indonesia.
  • Khilafah itu institusi politik persatuan Islam sedunia.
  • HTI itu "sudah dibubarkan."
  • Aspirasi khilafah tidak bisa dibubarkan.
  • HTI boleh mati.
  • Aspirasi khilafah tidak akan pernah mati.
  • Memperjuangkan HTI kini sedang berlangsung di pengadilan (mudah-mudahan menang).
  • Memperjuangkan khilafah harus terus dilakukan di masyarakat karena itu memperjuangkan agama hingga tegaknya kekhilafahan Islam.
  • Umat Islam bukan butuh tegaknya HTI, itu hanya alat dan proses perjuangan, tapi butuh tegaknya khilafah. Maka, jangan bicara HTI yang kesannya kelompok sehingga mudah dipatahkan, bicaralah khilafah sampai lebih banyak masyarakat sadar dan negara tidak bisa melarang.[]

Prof Mansyur Suryanegara

Menanggapi tulisan di atas:

Nabi Adam AS dan Siti Hawa RA diciptakan oleh Allah sbg Nabi pertama dgn tugas sbg Khalifah di dunia.

Jadi penciptaan manusia dgn tujuan sbg Khalifah.

Nabi Adam AS dan Siti Hawa RA walau baru berdua sbg peletak dasar Kekhalifahan untuk selanjutnya.

Islam sbg agama tidak dapat dipisahkan dgn masalah Kekhalifahan. Justru sbg tugas utama dlm kehidupan kebersamaan.

Hanya Karl Marx dgn ideologi Maxisme nya bertujuan menciptakan classless society - hilangnya pemerintahan dan agama. Artinya mencita citakan adanya masyarakat yang tanpa pemerintahan dan agama.

Tidaklah heran bila Nahdlatoel Oelama diawal kelahirannya dlm Statuten - nya, Ketua Tanfidiyah disebut Presiden. Jadi Nahdlatoel Oelama walau terlahir ( 1926 ) sbg Jamiyah tapi bercita cita politik ke pemerintahan juga seperti Sjarikat Islam. Oleh karena itu, Perserikatan Moehammadijah, Nahdlatoel Oelama, Nahdlatoel Wathon, Persatoean Oemat Islam (POI ) ikut aktif dlm persiapan KONGRES AL ISLAM SE DUNIA dgn tema masalah Khilafah.

Hanya usaha ini digagalkan oleh Kerajaan Protestan Anglikan Inggris. Karena Kongres tsb akan mengggalang kesatuan dan persatuan umat Islam dlm gerakan Pan Islamisme ( istilah dari imperialisme Barat ).

Jadi benar yang diungkapkan oleh DR Moeflich Hart. Kekhalifahan bukan hanya tugas HTI. Tapi sbg garis sejarah Kenabian dan Kerasulan oleh Allah.

Kekuatan apapun yang menghalanginya akan seperti Presiden Soekarno dlm Dekritnya bahwa Piagam Jakarta 22 Juni 1945 menjiwai seluruh isi UUD1945. Artinya menghidupkan kembali yang pernah diupayakan untuk ditiadakan. 

sumber: Ust Syarifuddin Chan

0 Response to "Alhamdulillah, Saat Ini Khilafah Sudah Jadi Obrolan Para Doktor dan Profesor"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Plis Like Fanpage Kami ya
close