Ketum GP: Insiden Bendera Terbalik Adalah Adu Domba, Jangan Lupakan Masalah Utama



Dakwah Media - Insiden gambar bendera Republik Indonesia terbalik dalam buku cenderamata pada ajang olahraga SEA Games 2017  adalah sebuah ketidak sengajaan, ketidak sengajaan ini dibuktikan dengan permintaan  maaf oleh pihak pemerintahan malaysia pada hari ahad, 20 Agustus 2017.

Indonesia dan Malaysia adalah negeri yang berpenduduk mayoritas muslim dan memiliki sejarah kekerabatan yang sangat dekat bahkan Malaysia dulu adalah bagian dari Nusantara. Dari dulu memang ada  indikasi kuat untuk mengadu domba dua negeri yang mayoritas berpenduduk negeri Muslim ini.

Jangan sampai ketidak sengajaan ini memalingkan kita pada persoalan yang sejatinya kita harus fokus terhadapnya yakni Kapitalis - Liberalisme yang mengakibatkan hutang yang hari ini mencapai Rp. 4.360 Triliun, Sumber daya alam yang dirampok asing lihatlah Freeport yang akan diperpanjang kontraknya sampai 2041.

Respon Menteri dalam negeri pak Cahyo Kumolo yang mengeluarkan pernyataan protes berlebihan juga sangat  disayangkan. Dimana sikap ini saat Palestina, Rohingnya, Phatani dibantai ?, Bahkan harusnya sikap respon yang cepat ini ditujukan untuk tidak menerima Sekjen Partai Komunis Vietnam yang datang ke Indonesia.

Indonesia dan Malaysia adalah saudara.
#SavePersaudaraan

Ricky Fattamazaya M.,S.H, M.H. (Katua Umum Gema Pembebasan)

0 Response to "Ketum GP: Insiden Bendera Terbalik Adalah Adu Domba, Jangan Lupakan Masalah Utama"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Plis Like Fanpage Kami ya
close