Pemberitaan Media 'Analisa' Soal aksi Perppu Tidak Profesional ; Wartawannya Malas Kerja



Dakwah Media - Seperti diketahui, Aksi damai menolak Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) kembali dilakukan massa dari Forum Islam Bersatu (FIB) dan Aliansi Mahasiswa Muslim Bersama Umat (AMMBU) di Medan, Jumat (18/8) hari ini.

Namun entah apa yang ada dikepala jurnalis lapangan media mainstream Lokal medan Analisa itu. Pasalanya disebutkan pemberitaan hari ini langsung yang diterbitkan dalam media online mereka tidak penting kalau tidak disebut sampah dan tampak kemalasan jurnalisnya.

Bagaimana tidak, Dalam Judul pemberitaan Analisadaily itu dia malah ambil Judul Soal kemacetan. " Unjuk Rasa Tolak Perppu Ormas, Kawasan Masjid Agung Macet". Padahal diketahui bahwa selama ini memang di depan masjid agung macet terlebih lagi saat Jamaah Jumat baru keluar.

Seperti diketahui juga Masjid Agung menjadi Masjid Utama yang ada di jantung Ibukota Sumatera Utara, Medan itu tempatnya sangat stretegis bagi jamaah kelas menengah ke atas. Karena disekitarnya ada Kantor kantor pemerintahaan dan Pusat perbelanjaan Sun Plaza. Akhirnya para jamaah yang menggunakan mobil, harus parkir di  ruas jalan Diponegoro.

Tidak hanya itu, sumber kemacetan juga karena di arah Cut Mutia tepat simpang masjid Agung sedang ada perbaikan drainase jalan di kota Medan.

Menurut laporan dari masyarakat yang biasa mangkal di sekitaran Masjid Agung bahwa keadaan seperi itu sudah terjadi sejak beberapa bulan lalu disaat pembangunan drainase.

yang anehnya analisa tidak memberitakan betapa macetnya disekitaran masjid Agung Medan kemaren saat perayaan karnaval 17 Agustus di depan samping masjid agung yang bersampingan dengan kantor Gubernur. Padahal faktanya pada perayaan hari kemerdekaan setengah badan jalan dipakai untuk buat panggung para pejabat negara. Disaat itu masyarakat harus beralih arus tidak bisa melewati jalan cut mutia.

 Tidak hanya pemberitaan soal di depan masjid Agung, pemberitaan analisa juga merembet ke Jalan Imam Bonjol Medan tempat tujuan aksi di depan Kantor DPRD SU. penutupan jalan yang dilakukan kepolisian juga jadi pemberitaan yang tidak menarik sama sekali. Bagaimana tidak, peserta yang tidak di izinkan masuk ke halaman kantor DPRD SU yang sangat luas itu harus tumpah di jalan. Padahal 10x lipat pesertapun kalau di beri ruang di halaman kantor DPRD Maka tidak akan membuat kantor DPRD Sulit menerima. Akhirnya peserta harus tumpah ruah ke jalan. Dan butuh diketahui bahwa tumpah ruahnya peserta ke jalan dan penutupan jalan Imam Bonjol Medan adalah karena pihak kepolisian itu sendiri yang menutup tanpa keinginan panitia.

Sunggu ini bentuk kemalasan dari wartawan Analisa yang meliput. Tidak sedikitpun pesan dari aksi di ungkapkan. Dia hanya jalan jalan lihat jalanan di kota Medan macat lalu buat berita... :D

… Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa…” [Al Maa-idah 8]

[jc]

0 Response to "Pemberitaan Media 'Analisa' Soal aksi Perppu Tidak Profesional ; Wartawannya Malas Kerja"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Plis Like Fanpage Kami ya
close