Aku Harus Berangkat! 299, aku datang....!



Dakwah Media - Seruan itu sayup-sayup perlahan menggema membahana, menggelontorkan dakwaan kepadaku, menagih komitmenku, mengingatkanku pada sumpahku. Ya, seruan aksi bela Islam 299. Seruan jihad konstitusional melawan diktatorisme Perppu, melawan bahaya laten komunisme PKI.

Peluhku perlahan kusekap sendiri, aku tahu ada saat dimana aku harus melakukannya sendiri. Aku biarkan kesenggangan waktu istriku, melupakan sedikit kopi kapal api nikmat dan kerupuk selondokku, menyeka sejenak basahnya kebahagiaan bercanda dengan anak-anakku.

Sontak saja aku marah, bagaimana mungkin jenderal yang membela bangsaku dianggap terburuk sepanjang sejarah ? Terang saja aku geram, kenapa ormas Islam yang selalu dijadikan kambing hitam ? Pastinya aku gelisah, karena kebangkitan komunisme PKI bukanlah isapan jempol belaka.

Tikus-tikus PKI mulai menampakan wajah, memoles bedak, mengubah raut wajah agar terlihat unyu-unyu dihadapan publik. Mereka menuntut, menyuarakan seruan perlawanan dari balik tirai, mengudara diatas bumi, menampakan kaki dan merasa "harder kekuasaan telah memberi perlindungan yang paling aman".

Sementara ulamaku, panutanku, masih terus berkalang dibalik jeruji penjara. Kutipan kalam pengajian dibubarkan, sementara Ujaran Dialektika materialisme, di pusat kantor pegiat hukum, mendapat perlindungan penuh dari aparat.

Perppu menindak ormas Islam tanpa proses peradilan, mirip cara-cara PKI. Bubarkan ! Urusan belakangan !

Serbuan bangsa asing, menunggu kendali pemilik skenario kudeta, untuk mendapat amunisi dan perintah menembakan senjata, sungguh mengkhawatirkan !

Maka,
Aku memastikan diriku  melawan tirani kekuasaan, membungkam geliat kebangkitan tikus komunisme PKI, memberangus setiap Inchi kedzaliman, meneriakan yel-yel takbir membesarkan asma Illahi, meleburkan diri bersama ribuan hamba yang shalih, yang telah menyerahkan diri dan hartanya, berniaga dengan Allah SWT.

Wahai kaum muslimin, aku menyertaimu maka turut hadirlah bersamaku, bersama saudaramu kaum muslimin yang lainnya. Ini bukan sekedar persoalan perppu, bukan sekedar soal komunisme PKI, tetapi ini soal Aktualusasi keimanan. Bukankah kita ingin mendapat predikat mukmin yang kuat ?

Wahai gedung DPR RI,
Tunggulah diriku, aku pasti muntahkan orasi yang menggentarkan, geloranya akan menjadi gaung dan gema di sudut ruanganmu!

Wahai anggota DPR, aku datang untuk menasehatimu, mengajakmu kembali kepada Tuhanmu, Tuhanku, Tuhan umat manusia. Kembalilah dan ambilah pilihan kebajikan, dengan menolak Perppu ormas sekaligus memberangus komunisme PKI. Sebab, itulah jalan kebaikanmu, dunia dan akheratmu.

Jika tidak, umat akan mencatatmu, Tuhanku dan Tuhanmu pun akan menuntutmu, didunia engkau mendapat kesempitan hidup, diakherat engkau mendapat adzab yang pedih.

Sebab, ribuan ulama akan turut hadir mendoakanmu.

Wahai umat, ambilah tongkat kebangkitan itu! Janganlah menjadi gadis pemintal yang mengurai tenunannya ! Misi dakwah belum-lah final, hingga Ridlo Allah ada padamu, dan kakimu menapaki surga-Nya.

Bekasi, 27 September 2017.
By Nasrudin Joha

0 Response to "Aku Harus Berangkat! 299, aku datang....!"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Plis Like Fanpage Kami ya
close