Bakal Disanksi, Myanmar Mulai Rayu Cina dan Rusia Tolak Resolusi DK PBB Soal Rohingya



Dakwah Media - Pemerintah Myanmar dikabarkan tengah melakukan negosiasi dengan Cina dan Rusia untuk memastikan kedua negara komunis tersebut memblokir setiap resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB mengenai genosia etnis minoritas Muslim Rohingya di Rakhine State.

Penasihat Keamanan Nasional Myanmar Thaung Tun mengatakan, Myanmar mengandalkan Cina dan Rusia, yang merupakan anggota tetap DK PBB dan pemegang hak veto, untuk menghalangi resolusi DK mengenai krisis tersebut.

“Kami sedang bernegosiasi dengan beberapa negara sahabat untuk tidak membawanya ke DK PBB. Cina adalah teman kita, dan kita memiliki hubungan persahabatan yang sama dengan Rusia, sehingga tidak mungkin masalah itu berlanjut,” ucap Thaung, seperti dilansir Sputnik pada hari Rabu (6/9).

Sementara itu, Peraih Nobel, sekaligus pemimpin de-facto Myanmar, Aung San Suu Kyi, akhirnya memberikan komentar publik pertamanya mengenai nasib minoritas Rohingya.

Suu Kyi mengatakan bahwa pemerintahnya bekerja untuk melindungi hak Rohingya. Hal itu diungkapkannya selama percakapan via telepon dengan Presiden Turki Tayyip Erdogan.

Selama pembicaraan via telepon itu, Suu Kyi juga mengatakan bahwa banyak informasi keliru yang disebarkan untuk mempromosikan kepentingan para teroris. Ia menambahkan, pemerintahnya telah bekerja keras untuk memastikan bahwa terorisme tidak menyebar ke seluruh negara bagian Rakhine.

Celoteh Suu Kyi tersebut sangat bertentangan dengan keterangan Sekjen PBB Antonio Guterres yang menyebut Myanmar diambang genosida etnis Muslim Rohingya. [emc]

0 Response to "Bakal Disanksi, Myanmar Mulai Rayu Cina dan Rusia Tolak Resolusi DK PBB Soal Rohingya"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Plis Like Fanpage Kami ya
close