Sri Mulyani Jawab Kritikan Rizal Ramli Soal HP Masuk SPT



Dakwah Media - Menteri Keuangan Sri Mulyani menjawab kritik yang dilontarkan Rizal Ramli yang dialamatkan kepada dirinya, terkait smartphone atau telepon pintar milik wajib pajak harus dilaporkan ke dalam Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan.

Menurut dia, aturan itu memang sudah ada sejak tahun 2000. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu justru meminta Rizal Ramli untuk membaca kembali aturan tersebut sebelum berkomentar terlalu jauh. "Itu aturannya sudah dari tahun 2.000, yang membuat komentar itu suruh lihat aja," ujarnya di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (18/9).

Seperti diketahui, dalam sepekan terakhir masyarakat diresahkan perihal adanya aturan yang mewajibkan setiap alat elektronik termasuk gadget untuk disertakan dalam Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT).

Jika dilihat lebih jauh dalam aturan perpajakan, sejatinya hal itu tidak wajib untuk dilaporkan. Jika dilaporkan, wajib pajak tidak akan dikenakan pajak tambahan karena barang itu sendiri sudah dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPn) dalam setiap pembeliannya.

Hal itu rupanya memicu Rizal Ramli untuk berkomentar melalui akun Twitternya @RamliRizal. Pantauan JawaPos.com, Mantan Menteri Koordinator Kemaritiman itu menyebut pemerintah menunjukkan kepanikannya dalam mengejar target setoran pajak.

Kepanikan itu ditunjukkan dengan cara meminta masyarakat untuk melaporkan elektroniknya ke dalam SPT.

Rizal Ramli pun tak segan menyindir Sri Mulyani yang dianggap kehabisan akal dalam mengejar target setoran pajak.

"Saking paniknya uber setoran cicilan utang, HP harus didaftarkan sebagai harta. Depresiasi HP sangat tinggi, kok ilmunya cuman segitu mbok Srie," kata dia dalam cuitannya. [jpc]

0 Response to "Sri Mulyani Jawab Kritikan Rizal Ramli Soal HP Masuk SPT"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Plis Like Fanpage Kami ya
close