AHLI KITAB MODERN



Dakwah Media - Memang sudah sunnatullah bahwa dakwah yang mengikuti jalan Nabi akan menghadapi banyak tantangan dan hambatan. Itu hal yang biasa. Tidak ada yang istimewa dalam hal itu.

Tuduhan itu sering sekali dilakukan oleh orang yang mengerti hakikat dakwah, namun mereka tidak mau bergabung dalam dakwah karena khawatir kepentingan-kepentingan duniawinya tidak tercapai. Pada zaman Rasul dahulu, mereka itu berasal dari para ahli kitab. Namanya juga ahli kitab, pastilah mereka itu memiliki dan paham kitab. Mereka tahu jika Nabi Muhammad itu benar, sebagaimana dinyatakan dalam kitab yang mereka jadikan rujukan. Tapi dalam kenyataan, ilmunya bukan menjadi pendorong dalam kebaikan, tetapi justru unk menghalangi kebenaran.

Pada zaman sekarang, selain ahli kitab (yahudi dan nashrani), juga ada umat Islam yang "ahli kitab". Mereka mengkaji kitab semenjak kecil hingga dewasa. Mereka mengkaji kitab dari pagi hingga tengah malam. Mereka mengkaji kitab secara mendalam, bahkan begitu peka dengan titik, harokat dan sharafnya. Bukan hanya kitab berharokat, bahkan kitab "gundul" pun mereka menguasai sampai titik-titiknya. Kitab-kitab itu dikaji hingga warnanya memudar jadi kuning dan lusuh, atau bisa jadi memang sejak awal kitab itu memang sudah kuning.

Lalu, apakah mereka menjadi pejuang terhadap isi kitab tersebut? Apakah mereka menjadi orang-orang hanif yang membela kebenaran? Apakah mereka menjadi penolong agama Allah? Apakah mereka menjadi pelindung syariah Allah? Apakah mereka bersama umat Islam atau bersama orang-orang yang memusuhi Islam?

Harusnya mereka berada di garda terdepan dalam membela isi kitab. Tapi kenyataannya sebagian besar dari mereka tidak memperjuangkan isi kitab yang dikajinya.

Bahkan kitab yan dikajinya dan semua aktivitas mereka dijadikan komoditas unk menikam Islam dan syariahnya. Lalu, dengan menunjukkan identitas mereka yang begitu kental dengan dunia kitab, mereka mengatakan tidak ada syariah, imamah dan selainnya.

Dengan legitimasi keilmuan mereka (yang sebenarnya mmg legitimate), mereka mengatakan bahwa : mereka yang ngomong syariah tak paham syariah, mereka adalah orang-orang yang baru belajar Islam, tak punya sanad keilmuan, tak bisa baca kitab kuning, tak layak bicara Islam, dll.

Lalu sebagian mereka membuat tuduhan-tuduhan kepada mereka yang memperjuangkan Islam dengan keterbatasan dalam segala hal (ilmu, dana, dll).

Demikianlah, yang terjadi memang tidak mesti yang seharusnya. Orang yang belajar Islam yang seharusnya menjadi pejuang islam, tetapi kenyataannya justru terkadang menghalangi perjuangan Islam, tentu dengan berbagai dalih yang memang dengan mudah dibuat -buat.
Begitulah dunia. Iya, begitulah dunia.

Wallahu a’lam

0 Response to "AHLI KITAB MODERN"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Plis Like Fanpage Kami ya
close