Aksi 2610 Momentum Terbaik Mahasiswa Bersama Umat Islam Bersatu Lawan Kediktatoran



Dakwah Media - Aksi demo yang dilakukan mahasiswa dalam rangka evaluasi 3 tahun Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla berujung ricuh. Dalam aksi yang digelar di depan Istana Negara sejak hingga Jumat malam kemarin, 12 mahasiswa ditangkap.

Koordinator Pusat Aliansi BEM Seluruh Indonesia (SI), Wildan Wahyu Nugroho mengatakan, mereka yang diciduk berasal dari berbagai universitas.

Rinciannya Yogi Ali (IPB), Aditia (Unriau), Ardi (IPB), Wafiq (UB), Taufiq (UB), Golbi (IPB), Yahya (IPB), Susilo (IPB), Fauzan (Tazkia), Ramdhani (Unpak), Rifki abdul (akpi bogor), Gustri (Untirta).

Wildan menyebut tindakan represif yang dilakukan aparat, mengindikasikan jika kondisi negara sedang tidak baik. “Negara bersikap semena-mena. Tak perlu diragukan, gelombang mahasiswa akan bergejolak,” katanya melalui siaran pers, Sabtu (21/10).

Ezufatrin selaku Direktur Nusantra Politics Watch (NPW) mengatakan negara sudah bukan milik rakyat lagi, negara sudah tidak hadir saat rakyat butuh, bahkan ditendang ketika mahasiswa hendak menyampaikan suara rakyat. "sebuah pertunjukan memalukan dipertontonkan rezim yang ngakunya merakyat namun menghabisi mahasiswa saat hendak sampaikan suara rakyat, kita sangat menyesalkan pilihan sikap istana ini" ungkap Ezu kepada dakwahmedia, (23/10/17)

"Bagaimana bisa mahasiswa yang tanpa senjata berakhir dengan muka babak belur seperti itu? dimana tanggung jawab presideng terhadap kekerasan ini? Mahasiswa harus segara bangun, kediktatoran harus segara dihentikan sekarang juga" kata Ezu

Ezu juga mengatakan bahwa Momentum aksi umat Islam dalam penolakan terhadap Perppu Ormas pada tanggal 26 Oktober 2016 saat sidang paripurna DPR mendatang hendaknya menjadi momentum persatuan umat dan mahasiswa dalam melawan kediktatoran rezim.

"Perppu Ormas sudah nyata-nyata represif sudah memakan korban, dan penguasa nampaknya akan semakin percaya diri menghabisi lawan-lawan politiknya jika sampai Perppu Ormas Ini disahkan oleh DPR. Oleh karena itu penolakan sebesar-besarnya hendaknya dilakukan oleh semua lapisan masyarakat maupun mahasiswa yang tidak menginginkan negara ini berubah menjadi negeri tirani, yang menjadi penjaga kepentingan kapitalis barat maupun china." Seru Anak muda asal Semarang ini.

"Nah, Mahasiswa seluruh Indonesia harus bangun bangkit melawan, jangan biarkan darah yang menetes terbuang dengan sia-sia, jadikan darah-darah itu sebagai pembakar api perlawanan sekaligus penggugah kepedulian, maka menurut saya sangat bagus momentumnya jika seluruh mahasiswa bergerak bergabung bersama Umat Islam dalam Aksi 2610 di depan gedung Dewan" Pungkas Ezu [dakwahmedia]

0 Response to "Aksi 2610 Momentum Terbaik Mahasiswa Bersama Umat Islam Bersatu Lawan Kediktatoran"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Plis Like Fanpage Kami ya
close