Dampak PHK Buruh AMT, Banyak Anak Putus Sekolah Dan Gizi Tidak Terpenuhi



Dakwah Media - Pemberhentian Hubungan Kerja (PHK) sepihak oleh PT Pertamina Patra Niaga kepada 1.095 pekerja sopir berdampak banyak pada keluarga.

Demikian diutarakan Ketua Persatuan Istri Serikat Pekerja Awak Mobil Tangki (PI SP-AMT), Dewi dalam aksi damai di depan Istana Negara, Jalan Merdeka Barat, Kamis (27/12).

AMT membawa keluarga anak dan istri ikut demo ke depan kantor Presiden Joko Widodo.

Kata Dewi, selain dampak pada perekonomian dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari, Dewi menyebut banyak anak dari AMT yang putus sekolah. Hal ini pun turut dirasakannya.

"Anak saya seharusnya kelas 2 SMP, karena saya tidak punya biaya akhirnya saya stop dulu, tidak sekolah," ujarnya.

Dia pun berharap dengan aksi di depan Istana Negara kali ini, dapat membuka hati Presiden Joko Widodo untuk membantu menyelesaikan masalah tersebut.

"Banyak dampak dari PHK ini, banyak keluarga bercerai, gizi kami tidak terpenuhi," tutup Dewi.

Sebelum ke Istana, beberapa hari lalu SP-AMT menggelar aksi serupa di depan Kementerian BUMN di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta. Sama dengan sebelumnya, di depan Istana mereka juga melakukan aksi kubur diri.

Aksi SP-AMT menyuarakan empat tuntutan: Pertama, bayarkan upah lembur yang belum dibayarkan sesuai nota Sudinaker dan Kementerian Ketenagakerjaan dan upah proses selama di-PHK. Kedua, pekerjakan kembali 1.095 AMT yang di-PHK massal dan secara sepihak.

Ketiga, angkat kami sebagai karyawan tetap di PT. Pertamina Patra Niaga dan PT. Elnusa Petrofin, sesuai dengan nota sudinaker yang sudah disahkan oleh pengadilan; dan keempat, bayarkan hak pensiun bagi pekerja yang lanjut usia sesuai perundang undangan yang berlaku. [rmol]

0 Response to "Dampak PHK Buruh AMT, Banyak Anak Putus Sekolah Dan Gizi Tidak Terpenuhi"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Plis Like Fanpage Kami ya
close